DESMEDIC

Cara Memilih PACS untuk Rumah Sakit: 8 Hal yang Perlu Diperhatikan

PACS
Bagikan Artikel

PACS (Picture Archiving and Communication System) merupakan salah satu teknologi penting dalam digitalisasi layanan radiologi rumah sakit. Sistem ini membantu meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan melalui pengelolaan, penyimpanan, serta akses gambar medis secara digital. PACS memungkinkan rumah sakit menyimpan, mengelola, mendistribusikan, dan menampilkan gambar medis secara digital, seperti hasil pemeriksaan CT Scan, MRI, X-Ray, dan berbagai modalitas radiologi lainnya.

Namun, memilih PACS untuk rumah sakit bukan sekadar mencari aplikasi yang mampu menyimpan dan menampilkan gambar medis. Rumah sakit perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kompatibilitas perangkat radiologi, integrasi dengan sistem informasi rumah sakit, keamanan data pasien, hingga dukungan teknis dari penyedia solusi. Kesalahan dalam memilih sistem PACS dapat berdampak pada biaya operasional, kelancaran pelayanan radiologi, serta kemampuan rumah sakit mengembangkan layanan di masa depan. Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum menentukan solusi PACS yang tepat?

Berikut delapan aspek penting yang dapat menjadi pertimbangan manajemen rumah sakit.

1. Kompatibilitas dengan Berbagai Modalitas Radiologi

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kemampuan PACS dalam menerima dan mengelola gambar medis dari berbagai perangkat radiologi.

Rumah sakit umumnya menggunakan beragam modalitas, seperti:

  • Computed Tomography (CT Scan)
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI)
  • Digital Radiography (DR)
  • Computed Radiography (CR)
  • Ultrasonography (USG)
  • Mammography
  • Modalitas radiologi lainnya

Sistem PACS yang dipilih sebaiknya mendukung standar Digital Imaging and Communications in Medicine (DICOM), yaitu standar internasional yang digunakan untuk pertukaran dan pengelolaan informasi pencitraan medis. Dukungan DICOM memungkinkan perangkat radiologi dari berbagai produsen berkomunikasi dengan sistem PACS, sepanjang layanan dan konfigurasi DICOM yang dibutuhkan kompatibel.

Mengapa hal ini penting?

Rumah sakit dapat memiliki perangkat radiologi dari beberapa merek berbeda. Tanpa kompatibilitas yang baik, proses integrasi berpotensi membutuhkan biaya tambahan atau penyesuaian teknis. Selain itu, rumah sakit perlu memastikan apakah penambahan modalitas baru di kemudian hari akan dikenakan biaya lisensi atau integrasi tambahan. Memilih PACS dengan dukungan modalitas yang luas akan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengembangan layanan radiologi.

2. Kemampuan Integrasi dengan SIMRS dan SATUSEHAT

PACS sebaiknya tidak beroperasi sebagai sistem yang berdiri sendiri. Dalam ekosistem digital rumah sakit, PACS perlu dapat terhubung dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Radiology Information System (RIS), serta sistem lain yang berkaitan dengan pelayanan pasien. Integrasi yang baik dapat mendukung alur pelayanan, mulai dari permintaan pemeriksaan radiologi hingga akses hasil pemeriksaan oleh dokter. Sebagai contoh, ketika dokter membuat permintaan pemeriksaan radiologi melalui SIMRS, informasi pemeriksaan dapat diteruskan ke sistem radiologi yang terintegrasi. Setelah pemeriksaan selesai, dokter dapat mengakses gambar medis melalui sistem yang telah terhubung tanpa harus berpindah ke banyak aplikasi. Selain integrasi SIMRS, rumah sakit juga perlu mempertimbangkan kesiapan sistem dalam mendukung ekosistem SATUSEHAT Kementerian Kesehatan. Integrasi dengan SATUSEHAT perlu mengikuti standar, mekanisme, dan ketentuan pertukaran data yang berlaku.

Hal yang perlu ditanyakan kepada vendor:

  • Apakah PACS dapat diintegrasikan dengan SIMRS yang sudah digunakan?
  • Apakah mendukung standar integrasi seperti DICOM, HL7, atau API yang relevan?
  • Apakah sistem mendukung kebutuhan integrasi SATUSEHAT?
  • Apakah terdapat biaya tambahan untuk integrasi dengan sistem lain?

Kemampuan integrasi menjadi faktor penting agar investasi PACS mendukung pengembangan ekosistem digital rumah sakit secara berkelanjutan.

3. Kapasitas Penyimpanan dan Skalabilitas Sistem

Gambar medis memiliki ukuran file yang relatif besar, terutama untuk pemeriksaan CT Scan dan MRI. Seiring meningkatnya jumlah pasien dan pemeriksaan radiologi, kebutuhan kapasitas penyimpanan data juga akan terus bertambah. Karena itu, rumah sakit perlu memperhitungkan kebutuhan penyimpanan bukan hanya untuk kondisi saat ini, tetapi juga untuk beberapa tahun mendatang.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Kapasitas penyimpanan awal.
  • Pertumbuhan volume pemeriksaan radiologi.
  • Mekanisme penambahan kapasitas penyimpanan.
  • Kebijakan retensi dan pengarsipan data.
  • Mekanisme backup dan pemulihan data.

Rumah sakit juga perlu mempertimbangkan pilihan arsitektur penyimpanan, baik on-premise, cloud, maupun hybrid, sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan keamanan data. Sistem PACS yang memiliki skalabilitas baik memungkinkan rumah sakit meningkatkan kapasitas penyimpanan tanpa harus mengganti keseluruhan sistem.

Tips: Mintalah vendor membuat estimasi kebutuhan penyimpanan berdasarkan jumlah pemeriksaan, rata-rata ukuran gambar, pertumbuhan layanan, dan kebijakan retensi data rumah sakit.

Dengan demikian, rumah sakit dapat memperkirakan kebutuhan investasi jangka panjang secara lebih akurat.

4. Kecepatan Akses dan Kemudahan Penggunaan DICOM Viewer

Kecepatan akses gambar medis merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran pelayanan radiologi. Dokter radiologi membutuhkan sistem yang mampu menampilkan gambar dengan cepat dan menyediakan fitur pembacaan yang memadai.

PACS yang baik sebaiknya dilengkapi DICOM Viewer dengan kemampuan seperti:

  • Zoom dan pan gambar.
  • Window level dan window width.
  • Pengukuran jarak dan sudut.
  • Pengaturan tampilan multi-image.
  • Akses riwayat pemeriksaan sebelumnya.
  • Fitur visualisasi lanjutan sesuai kebutuhan radiologi.

Selain kelengkapan fitur, kemudahan penggunaan juga perlu diperhatikan. Antarmuka yang terlalu kompleks dapat memperpanjang proses adaptasi pengguna, terutama ketika rumah sakit melakukan migrasi dari sistem sebelumnya. Rumah sakit sebaiknya melakukan demonstrasi atau uji coba langsung sebelum memutuskan pembelian.

Pastikan pengujian dilakukan menggunakan contoh pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit, termasuk pemeriksaan dengan jumlah gambar besar.

Dengan demikian, tim radiologi dapat menilai performa sistem berdasarkan kondisi penggunaan yang sebenarnya.

5. Keamanan Data Pasien dan Keandalan Sistem

Data radiologi merupakan bagian dari informasi medis pasien yang harus dilindungi.

Karena itu, keamanan data menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih PACS untuk rumah sakit. Sistem yang dipilih perlu memiliki mekanisme perlindungan untuk mencegah akses tidak sah, kehilangan data, maupun gangguan operasional.

Beberapa fitur keamanan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Role-Based Access Control (RBAC) untuk membatasi akses berdasarkan kewenangan pengguna.
  • Audit Log untuk mencatat aktivitas akses dan perubahan data.
  • Enkripsi data saat pengiriman dan penyimpanan sesuai kebutuhan.
  • Backup berkala untuk mengurangi risiko kehilangan data.
  • Disaster Recovery untuk mendukung pemulihan layanan ketika terjadi gangguan.

Selain fitur teknis, rumah sakit perlu memastikan bahwa pengelolaan data sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk regulasi perlindungan data pribadi dan penyelenggaraan rekam medis elektronik. Keamanan PACS juga harus mempertimbangkan infrastruktur jaringan, pengelolaan akun pengguna, pembaruan sistem, serta prosedur operasional rumah sakit.

Penting: Jangan hanya menanyakan apakah PACS memiliki fitur keamanan. Mintalah vendor menjelaskan bagaimana mekanisme keamanan tersebut diterapkan dan diuji.

6. Transparansi Biaya

Harga pembelian PACS sering menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pengadaan. Namun, rumah sakit sebaiknya tidak hanya membandingkan harga awal yang ditawarkan oleh masing-masing vendor. Perlu diperhatikan pula Total Cost of Ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan sistem selama periode penggunaan.

Biaya tersebut dapat mencakup:

  • Pengadaan dan implementasi awal.
  • Lisensi perangkat lunak.
  • Penambahan modalitas radiologi.
  • Penambahan pengguna atau workstation.
  • Kapasitas penyimpanan.
  • Integrasi dengan sistem lain.
  • Pemeliharaan dan dukungan teknis.
  • Pembaruan sistem.

Sebagai contoh, sebuah PACS mungkin menawarkan harga implementasi awal yang relatif rendah, tetapi mengenakan biaya tambahan setiap kali rumah sakit menambah perangkat radiologi. Sebaliknya, terdapat solusi PACS yang menawarkan skema lisensi lebih fleksibel sehingga rumah sakit dapat memperkirakan biaya pengembangan dengan lebih baik.

Oleh karena itu, manajemen perlu meminta rincian biaya secara transparan sejak awal.

Tips: Bandingkan estimasi total biaya penggunaan selama tiga hingga lima tahun, bukan hanya biaya pembelian awal.

Pendekatan ini membantu rumah sakit memilih solusi yang lebih efisien secara finansial dalam jangka panjang.

7. Dukungan Teknis dan Layanan Purna Jual Vendor

Implementasi PACS tidak berhenti ketika aplikasi berhasil dipasang dan digunakan. Rumah sakit membutuhkan dukungan teknis berkelanjutan untuk memastikan sistem tetap berjalan dengan baik. Gangguan pada PACS dapat memengaruhi proses pembacaan hasil radiologi dan akses gambar medis oleh tenaga kesehatan. Karena itu, kualitas layanan purna jual menjadi faktor yang tidak kalah penting dibandingkan kelengkapan fitur aplikasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

Ketersediaan dukungan teknis

Apakah vendor menyediakan layanan bantuan ketika terjadi gangguan, termasuk di luar jam kerja?

Service Level Agreement (SLA)

Apakah terdapat kesepakatan mengenai waktu respons, penanganan gangguan, dan target pemulihan layanan?

Garansi dan pemeliharaan

Berapa lama masa garansi yang diberikan? Apa saja layanan yang termasuk dalam garansi tersebut?

Kemampuan pengembangan sistem

Apakah vendor mampu melakukan pembaruan sistem ketika terdapat kebutuhan integrasi atau perubahan regulasi?

Rumah sakit juga dapat meminta referensi implementasi untuk memperoleh gambaran mengenai kualitas layanan vendor. Dengan memilih penyedia PACS yang memiliki dukungan teknis memadai, rumah sakit dapat mengurangi risiko gangguan operasional dalam jangka panjang.

8. Fleksibilitas Kustomisasi Sesuai Kebutuhan Rumah Sakit

Setiap rumah sakit memiliki kebutuhan operasional, infrastruktur teknologi, dan alur pelayanan radiologi yang berbeda. Karena itu, salah satu aspek penting dalam memilih PACS adalah kemampuan sistem untuk dikustomisasi sesuai kebutuhan rumah sakit. Tidak semua sistem PACS menyediakan fleksibilitas kustomisasi. Beberapa solusi memiliki fitur dan alur kerja yang sudah ditentukan, sehingga rumah sakit harus menyesuaikan proses operasionalnya dengan kemampuan aplikasi. Padahal, dalam praktiknya, rumah sakit mungkin membutuhkan penyesuaian tertentu agar PACS dapat terintegrasi secara optimal dengan sistem dan prosedur yang sudah berjalan.

Beberapa kebutuhan kustomisasi yang perlu dipertimbangkan antara lain:

  • Penyesuaian alur kerja radiologi, agar sesuai dengan prosedur pelayanan dan kebutuhan masing-masing rumah sakit.
  • Integrasi dengan SIMRS atau aplikasi lainnya, termasuk pengembangan mekanisme pertukaran data sesuai kebutuhan.
  • Penyesuaian fitur dan tampilan aplikasi, untuk mendukung kemudahan penggunaan oleh dokter radiologi maupun tenaga kesehatan.
  • Pengembangan laporan dan dashboard, sesuai kebutuhan monitoring dan evaluasi manajemen rumah sakit.
  • Penambahan fitur khusus, untuk mengakomodasi kebutuhan operasional yang belum tersedia pada sistem standar.

Kemampuan kustomisasi memberikan fleksibilitas bagi rumah sakit untuk mengembangkan sistem tanpa harus mengganti aplikasi ketika muncul kebutuhan baru. Namun, rumah sakit juga perlu memastikan bahwa proses kustomisasi tidak mengganggu stabilitas sistem, keamanan data, maupun kompatibilitas dengan standar DICOM.

Hal yang perlu ditanyakan kepada vendor:

Apakah PACS dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan rumah sakit? Apakah vendor memiliki tim pengembang sendiri? Bagaimana mekanisme pengajuan perubahan fitur dan perhitungan biaya pengembangannya?

Dengan memilih PACS yang fleksibel dan didukung vendor yang memiliki kemampuan pengembangan, rumah sakit dapat memperoleh solusi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan operasional di masa mendatang.

PACS yang tepat bukan hanya menyediakan fitur yang lengkap, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan rumah sakit, bukan sebaliknya.

Desmedic PACS: Solusi Digitalisasi Radiologi untuk Rumah Sakit

Setelah memahami berbagai aspek dalam memilih PACS, langkah berikutnya adalah mengevaluasi solusi yang mampu menjawab kebutuhan operasional rumah sakit. Desmedic PACS hadir sebagai solusi pengelolaan gambar medis digital yang dirancang untuk mendukung efisiensi pelayanan radiologi dan integrasi dengan ekosistem teknologi informasi rumah sakit.

Desmedic PACS menawarkan sejumlah keunggulan yang dapat menjadi pertimbangan rumah sakit, antara lain:

  1. Dukungan integrasi berbagai modalitas radiologi

Mendukung pengelolaan gambar medis berbasis DICOM dari berbagai perangkat radiologi yang kompatibel.

  1. Integrasi dengan SIMRS dan ekosistem SATUSEHAT

Mendukung kebutuhan integrasi sistem radiologi dengan sistem informasi rumah sakit dan pertukaran data kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

  1. Tidak membatasi jumlah modalitas berdasarkan lisensi

Memberikan fleksibilitas bagi rumah sakit dalam mengembangkan layanan radiologi tanpa pembatasan jumlah modalitas berdasarkan skema lisensi PACS.

  1. Integrasi modalitas baru tanpa biaya tambahan

Mendukung penambahan modalitas radiologi baru tanpa biaya jasa integrasi tambahan sesuai ketentuan layanan yang disepakati.

  1. Dukungan teknis 24/7

Menyediakan dukungan teknis untuk membantu rumah sakit menangani kendala operasional sistem.

  1. Fleksibel mengikuti perkembangan kebutuhan rumah sakit

Dirancang agar dapat dikembangkan sesuai kebutuhan integrasi, operasional, dan perkembangan teknologi layanan radiologi.

  1. Kustomisasi sesuai kebutuhan rumah sakit

Dirancang agar dapat di kustomisasi sesuai kebutuhan Rumah Sakit.

Dengan berbagai kemampuan tersebut, Desmedic PACS dapat menjadi salah satu pilihan bagi rumah sakit yang ingin membangun sistem radiologi digital yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Memilih PACS untuk rumah sakit merupakan keputusan strategis yang perlu mempertimbangkan kebutuhan operasional, kemampuan integrasi, keamanan data, biaya jangka panjang, serta kualitas layanan vendor.

Delapan aspek yang telah dibahas dapat menjadi panduan awal bagi manajemen rumah sakit dalam mengevaluasi berbagai solusi PACS yang tersedia.

PACS yang tepat bukan sekadar sistem penyimpanan gambar medis, tetapi bagian penting dari infrastruktur digital yang mendukung efisiensi pelayanan radiologi dan pengembangan layanan rumah sakit.

Sebelum menentukan pilihan, pastikan rumah sakit melakukan evaluasi teknis, meminta demonstrasi sistem, serta membandingkan manfaat dan biaya secara menyeluruh.

Sedang Mencari PACS yang Tepat untuk Rumah Sakit Anda?

Setiap rumah sakit memiliki kebutuhan dan tantangan pengelolaan radiologi yang berbeda.

Tim Desmedic siap membantu Anda mendiskusikan kebutuhan PACS, mulai dari integrasi modalitas radiologi, konektivitas dengan SIMRS, hingga perencanaan implementasi.

Konsultasikan kebutuhan PACS rumah sakit Anda bersama tim Desmedic.

[Jadwalkan Demo Desmedic PACS]

 

Scroll to Top